Welcome to our website !
Tahun 2017 ini YPBB kembali mengadakan Training of Trainers (ToT) Zero Waste Lifestyle dalam rangka menyiapkan para trainer untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kegiatan pelatihan. ToT diselenggarakan selama 2 hari di dua tempat yang berbeda. ToT H1 3 Juni 2017 diselenggarakan di Aula Kelurahan Sukaluyu, dan ToT H2 4 Juni 2017 diselenggarakan di SMKN 5 Bandung. Lihat foto-foto kegiatannya disini dan disini, hasil jepretan dari relawan setia YPBB Irvan Santoso & Melati Fitriani. :)

Peserta ToT ZWL YPBB 2017 (doc. YPBB)

Para trainer diajarkan bagiamana caranya untuk dapat menyampaikan materi training Zero Waste Lifestyle  dengan benar sehingga dapat menyampaikan paradigma yang benar pula mengenai persoalan persampahan yang umum terjadi di masyarakat. Harapannya, tujuan pelatihan dapat tercapai dan dapat sungguh-sungguh memberikan solusi permasalahan sampah kepada para peserta training. ToT yang diikuti oleh sekitar 25 peserta ini di fasilitasi oleh 2 orang fasilitator dari YPBB yaitu Anilawati Nurwakhidin & Melly Amalia, serta 1 orang Trainer Senior YPBB yaitu Rikrik Sunaryadi. Simak tulisan lengkapnya dari Relawan Reporter Muhamad Taupik, disini.

ToT ZWL 2017, H1 (doc. YPBB)

Follow terus socmed YPBB yaa untuk update kegiatan-kegiatan YPBB lainnya
Facebook: YPBB Bandung
Twitter: @ypbbbdg
Instagram: ypbbbandung

Salam Organis! :)



Peluang khusus untuk bergabung menjadi Relawan Trainer YPBB kembali dibuka!

YPBB percaya bahwa upaya penyelamatan lingkungan dan keberlanjutan bumi bisa berhasil bila seluas-luasnya masyarakat ikut terlibat. Salah satu upaya strategis YPBB dalam mengembangkan kampanye pola hidup organis (selaras alam) yaitu melalui jalur edukasi lewat pelatihan-pelatihan. Pelatihan Zero Waste Lifestyle adalah salah satu layanan yang dikembangkan YPBB untuk masyarakat Bandung dan sekitarnya, untuk membantu melepaskan diri dari persoalan sampah tanpa merugikan orang lain dan/atau menimbulkan kerusakan lingkungan di masa mendatang. YPBB membuka ruang agar masyarakat dapat mengambil peran utama dalam pelatihan-pelatihan tersebut melalui Program Trainer YPBB.

Dengan menjadi relawan Trainer YPBB, Anda menjadi basis kampanye YPBB yang memiliki standar kualitas tinggi. YPBB mengembangkan berbagai sistem agar Anda dapat fokus pada peran utama Anda sebagai trainer. YPBB menata panggungnya, Anda yang jadi bintangnya.

Anda dapat menjadi bagian dari tim relawan trainer YPBB, jika…
1.    Punya kepedulian tentang lingkungan, khususnya isu sampah.
2.    Suka berbagi pengalaman dan pengetahuan pada orang lain.
3.    Punya kemampuan dasar public speaking (tidak mudah demam panggung).
4.   Bersedia mengikuti kegiatan ToT (Training of Trainer) pada tanggal 3 & 4 Juni 2017.
5.    Punya waktu luang yang ingin digunakan.
6.    Berdomisili di Bandung minimal untuk 1,5 tahun ke depan.

Untuk menjadi trainer YPBB, ada serangkaian proses yang perlu Anda ikuti. YPBB mengembangkan sistem fasilitasi yang menyeluruh untuk membantu Anda melihat dan merasakan langsung, bagaimana menjadi seorang trainer YPBB. Berdasarkan pengalaman itu, Anda bisa memutuskan, apakah menjadi trainer adalah sesuatu yang menyenangkan, efektif, dan bermakna bagi Anda, atau tidak.

Untuk mendapatkan gambaran seputar Program Trainer YPBB, proses dan tahapan menjadi Trainer YPBB, silakan baca Kerangka Program Trainer YPBB.

Untuk mengikuti serangkaian prosesnya, Anda mungkin perlu menyediakan waktu sekitar 5 – 7 jam per bulan. Waktu tersebut meliputi berbagai waktu untuk persiapan pelatihan dan evaluasi.
 
Testimoni relawan Trainer YPBB
 (Testimoni salah seorang relawan terkait pengalamannya sebagai Trainer YPBB)

Yuk bergabung menjadi relawan Trainer YPBB!
Caranya?
Isi form pendaftaran di:  http://bit.ly/PendaftaranTrainer2017
Pendaftaran ditutup pada Minggu, 28 Mei 2017 pukul 24.00.
Pengumuman peserta ToT (Training of Trainer) terpilih akan diinfokan pada 30 Mei 2017 maks. Pukul 17.00 melalui email.

Kegiatan ToT akan dilaksanakan selama 2 hari
H1: 3 Juni 2017 (08.00-maks.16.00)
H2: 4 Juni 2017 (08.00-14.00)
Tempat: *akan diinfokan kemudian.

Pertanyaan lebih lanjut dapat diajukan ke alamat email trainer@ypbb.or.id, atau ke nomor telpon 0856-2480-5640​⁠ (Euis).

Dalam UU 18/2008 tentang pengelolaan sampah, sudah mengamanatkan penanganan sampah haruslah menjalankan prinsip pengurangan sejak dari sumbernya. Salah satu konsekuensinya adalah, kebergantungan pada TPA perlu dikurangi secepatnya dengan program pengurangan dan pengolahan sampah di sumber. Oleh karena itu PP 81/2012 mengedepankan peran pengelola-pengelola kawasan untuk menjalankan sebanyak mungkin urusan pengelolaan sampah.
Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana menerapkan pendekatan penanganan sampah secara berwawasan lingkungan di kawasan-kawasan permukiman, yang merupakan sumber sampah terbesar di kawasan perkotaan. Berbagai upaya telah dilakukan dalam 20 tahun terakhir namun umumnya gagal menghasilkan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
Mother Earth Foundation (MEF) adalah Lembaga nirlaba dari Philipina yang sudah berhasil mewujudkan pengelolaan Sampah dengan prinsip Sustainable Solid Waste Management ini di setidaknya 244 kelurahan dari 4 kota besar dan 15 kota kecil di Philipina, sebuah negara tetangga dengan permasalahan sampah yang serupa dengan negara kita.


Perkumpulan YPBB melalui proyek Asia Pacific Action Against Plastic Pollution: Reducing land-based leakage of plastic waste in Philippines & Indonesia through zero waste systems and product redesign, dibawah supervisi MEF akan mengembangkan model pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di kawasan pemukiman. Diharapkan program ini dapat menyelesaikan persoalan kebocoran plastik di perairan, khususnya sungai dan laut. Lembaga yang bekerjasama : Mother Earth Foundation, YPBB, GAIA, UPSTREAM, Story of Stuff Project, and The Lonely Whale.


Melalui Program Kawasan Bebas Sampah (KBS) yang diinisiasi oleh DLH Kota Bandung, mulai Oktober 2016 YPBB bekerja sama dengan Mother Earth Foundation (MEF) Pilipina mengembangkan model kawasan bebas sampah yang mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu dan terdesentralisasi, serta dapat berjalan secara berkelanjutan. Pengembangan inisiatif ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang dikembangkan oleh MEF Philipina. Di Indonesia, program ini akan dilakukan selama 2 tahun, dengan intensif waktu selama 6-9 bulan yang akan dilaksanakan di 2 kelurahan dan 2 kecamatan di Kota Bandung.


Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Perkumpulan YPBB bekerja sama dengan PD Kebersihan Kota Bandung dan Kelurahan Babakan Sari, mulai menjalankan program KBS di Kelurahan Babakan Sari sejak bulan Maret 2017.  Tahapan kegiatan dimulai dari melakukan riset baseline data/kajian kondisi kelurahan, konsultasi dengan RW dan stakeholder, pembentukan ‘Dewan’ Pengelola Sampah Kelurahan, pengembangan desain sistem pengelolaan sampah skala kawasan, program kerja 10 tahun dan regulasi, pelatihan untuk petugas, edukasi door to door, ujicoba dan perbaikan sistem, penerapan secara penuh di seluruh kawasan dan terakhir monitoring dan penegakan hukum.


Untuk tahapan awal kegiatan, saat ini sedang dilaksanakan kegiatan Riset Baseline Data berupa penyebaran kuisioner ke warga tentang persepsi dan praktek pengolahan sampah yang selama ini terjadi (416 responden) dan pengukuran karakteristik dan timbulan sampah (68 responden). Responden dipilih secara acak yang berasal dari warga RW 1 - RW 18 se-Kelurahan Babakan Sari.


Targetnya adalah pengurangan jumlah sampah yang diangkut ke TPS/TPA sebanyak 70% dalam 2 tahun melalui pemisahan sampah dari sumber dan metode pengomposan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah, serta meningkatnya partisipasi warga dalam mengelola sampah baik skala rumah tinggal dan komunal melalui ketaatan pemilahan mulai dari sumber.  Sehingga bisa mencegah masuknya 62.000 ton sampah (14.000 plastik) per tahun ke sungai atau laut.


Tujuan Spesifik program ini adalah 1) membuat model pengelolaan sampah yang mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu dan terdesentralisasi yang dapat berjalan berkelanjutan, 2)para pihak (pemerintah, masyarakat, pelaku usaha) mempunyai paradigma dan kemampuan pengelolaan yang tepat tentang prinsip-prinsip yang sesuai dengan UU 18/2008, 3) Pengembangan model peran kewilayahan dalam pengelolaan sampah dan replikasi model di Filipina.





Untuk memperluas keingintahuan khalayak tentang program ini, rencananya akan ada ekspose kegiatan program ‘Babakan Sari Menuju Kawasan Bebas Sampah’, pada :
Hari/Tanggal          : Rabu, tanggal 5 April 2017
Pukul                       : 09.00 – 10.30 WIB
Lokasi                     :   Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Babakan Sari, jalan Kampus IV, Babakan Sari, Kiara Condong dan TPST Babakan Sari
Acara                 : 1.  Pemaparan program KBS (David Sutasurya – Direktur Eksekutif  Perkumpulan YPBB
   2.  Tour ke TPST melihat proses pemilahan sampah


Harapan besar kami, dengan adanya pengembangan model Kawasan Bebas Sampah yang mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu, desentralisasi, dan berkelanjutan, bisa menjadi salah satu solusi tepat untuk menyelesaikan permasalahan sampah.


Media Kontak :
Perkumpulan YPBB
Ratna Ayu Wulandari - 0813 8037 6546

Anilawati Nurwakhidin - 0813 2037 5404

Dua hari berturut-turut, tim trainer YPBB merasakan kobaran semangat baru di 2 pelatihan Zero Waste Lifestyle. Pelatihan yang pertama berlangsung di SMK 5 Bandung pada tanggal 25 Februari 2017. Pelatihan yang terselenggara atas kerjasama YPBB dengan FK3I ini diikuti oleh siswa-siswi dari beberapa SMK di Bandung. Foto kegiatan lebih lengkap silakan tengok di sini

Foto: Alfian Widiantono

Kobaran semangat kedua didapatkan dari para pemuda di area Kelurahan Campaka Kota Bandung. Semangat tersebut difasilitasi oleh ICDC untuk menjadikannya sebagai karya nyata bagi perubahan di area tersebut. Pelatihan di hari libur ini, yaitu pada hari Minggu 26 Februari 2017, dihadiri pemuda dari berbagai RT dan diselenggarakan di balai RW. Cerita lengkap tentang pelatihan tersebut ditulis oleh Irvan Santosa di sini


Foto: Bayu Rakhmatullah

Kedua pelatihan tersebut membawa semangat yang sama yaitu semangat untuk berbuat langsung dari rumah. Untuk kurangi sampah dari rumah sampai 70% hanya butuh 2 langkah sederhana saja! Penasaran? Yuk adakan juga pelatihan sejenis di komunitas anda! Simak info detilnya di sini.


Foto: Irvan Santosa


 

Dari segi edukasi, Pelatihan Zero Waste Lifestyle merupakan salah satu bentuk upaya strategis YPBB dalam mengkampanyekan gaya hidup organis (selaras alam) kepada masyarakat. Guna memperluas dampak kampanye ini, YPBB membuka ruang agar masyarakat dapat terlibat untuk mengambil peran utama dalam pelatihan tersebut sebagai Trainer YPBB. Peluang khusus untuk menjadi Trainer YPBB dibuka kembali pada Bulan Oktober 2016 lalu. Dua belas orang calon Trainer YPBB yang terjaring dari proses pendaftaran tersebut telah mengikuti proses ToT (Training of Trainer) yang berlangsung pada tanggal 29-30 Oktober 2016 dan 12-13 November 2016 lalu. 

Apakah mewujudkan kawasan yang Zero Waste itu suatu hal yang mungkin? Pada prakteknya, upaya mewujudkan kawasan zero waste memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, sudah banyak kisah sukses kota-kota yang berhasil menerapkan konsep zero waste, tak terkecuali di beberapa kota di Asia.

Pada tanggal 21-22 Oktober 2016 lalu, telah berlangsung Pelatihan Model Kawasan Zero Waste yang bertempat di Aula Pikiran Rakyat, Jl. Asia-Afrika No.77 Bandung. Pelatihan yang menghadirkan Froilan Grate dari Mother Earth Foundation (MEF) sebagai pembicara tersebut terselenggara atas kerjasama kolaborasi Forum BJBS (Bandung Juara Bebas Sampah), didukung oleh Ikatan Alumni ITB Jabar, PD. Kebersihan Kota Bandung, dan Pikiran Rakyat. Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah peserta perwakilan dari PD. Kebersihan, kelurahan, Kawasan Bebas Sampah (KBS), dan komunitas lingkungan Kota Bandung.

Pada sesi pelatihan di hari pertama, Froilan Grate berbagi pengalamannya mewujudkan model kawasan Zero Waste di 7 kota di Filipina. Froi berbagi kisah sukses penerapan konsep zero waste skala kelurahan (di Filipina disebut barangay) di Metro Manila, dan skala kota di San Fernando City. Pelatihan berlanjut dengan workshop di hari kedua, yakni menggali ide bersama untuk merumuskan strategi membangun model kawasan zero waste skala kelurahan di Kota Bandung.

Kegiatan ini diliput di surat kabar Pikiran Rakyat (21/10/16) dan media Pikiran Rakyat online.